Jurnal Praktikum Uji Lemak

 Jurnal Praktikum Kimia Organik II Percobaan 13

 Uji Lemak

 


                                    NAMA             : MUHAMMAD KHOIRUL ABDILLAH 

NIM                 : A1C118040

KELAS            : REGULER C 2018

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020 

 

Percobaan 13

I. Judul                        : Uji Lemak

II. Hari/Tanggal          : Kamis/ 17 Desember 2020

III. Tujuan                   : Dilakukan percoaan ini bertujuan untuk :

1.         Dapat mengenal beberapa sifat lemak.

2.         Dapat mengetahui reaksi penyambungan dari lemak maupun minyak.

IV. Landasan Teori

                Lemak merupakan senyawa kimia yang mengandung unsur C, H dan O. lemak atau lipid merupakan salah satu nutria diperlukan tubuh karena berfungsi menyediakan energi sebesar 9 kilokaliri/gram, melarutkan vitamin A,D,E,K dan dapat menyedikan asam lemak esensial bagi tubuh manusia. Selama proses pencernaan, lemaka dipecahkan menjadi molekul yang lebih kecil, yaitu asam lemak gliserol. Lemak merupakan unit penyimpanan yang baik bagi energy. Berdasarkan struktur kimianya lemak dibedakan menjadi lemak jenuh dan lemak tak jenuh. Lemak tak jenuh biasanya cair pada suhu kamar, minyak nabati dan lemak yang ditemukan dalam biji merupakan contoh lemak tak jenuh, sedangkan lemak jenuh biasanya padat pada suhu lamar ditemukan dalam daging, susu, keju, minyak kelapa, dan minyak kelapa sawit (Angelina, 2016).

            Komponen dasarr lemak adalah lemak dan gliserol yang diperolej dari hasil hidrolisis lemak, minyak, maupun senyawa lipid lainnya. Asam lemak pembentuk lemak dapat dibedakan berdasarkan jumlah atom C (karbon) ada atau tidak ikatan rangkap. Sedangkan asam lemak yang memiliki ikatan rangkap. Berdasarkan letak struktur kimianya asam lemak dibedakan amam lemak jenuh dan tak jenuh. Jumlah atom karbon pada asam lemak berkisaran 4 sampai 24 rantai karbon (Sartika, 2014).

            Asam lemak merupakan unit pembangun yang sifatnya khas untuk setiap lemak, atau sering disebut asam alkanoat atau asam karboksilat. Selama ini asam lemak diperoleh dengan cara menghidrolisis minyak sawit pada suhu tinggi yaitu 250-260C dan tekana 40-50 bar ataupun secara enzimatik. Ditinjau dari segi teknik dan ekonomi, kedua cara ini dinilai kurang efesian karena memerlukan terlebih dahulu suatu pakbrik pengolahan unruk memproduksi CPO sebagai bahan bakunya (Maulinda, 2016).

            Kadar lemak bebas dapat dianalisi menggunakan metode titrasi asam basa. Edward et all menganalisis kandungan asam lemak bebas pada minyak goring sawit dan minyak goring jagung. Hasil penelitian menyatakan bahwa pemanasan selama 60 menit dengan suhu 2000C terlihat penurunan volume titrasi dari kedua sampel minyak goreng untuk mengukur kadar asam lemak bebas pada minyak kelapa yang menyatakan peningkatan kadar asam lemak bebes akibat proses oksidasi dan hidrolisis minyak. Pemilihan metode ini dipakai karena merupakan metode yang sudah banyak didasarkan pada perubahan warna yang terjadi pada sampel dan sering disebut sebagai titik akhir titrasi (Alfiani, 2014).

            Sabun adalah surfaktab yang digunakan dengan air untuk mencuci dan membersihkan. Sabun menurunkan tegangan permukaan air, sehingga memungkinkan air untuk membasahi bahan untuk dicuci lebih efektif. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat sabun adalah streat, minyak, natriun hidroksida (NaOH), gliserin, gula pasir, etanol, surfaktan, natrium klorida, asam sitrat, pewarna dan pewangi. Istilah penyabunan (saponification) artinya pembuatan sabun mula-mula digunakan untuk menjelaskan reaksi antara eter dan natrium hidroksida menghasilkan molekul sabun (natrium stearatt) (Tim Kimia Organik, 2020).

V. Alat dan Bahan

5.1 Alat

Adapun Alat yang digunakan adalah sebagai berikut :

1.      Gelas beker

2.      Plat tetes

3.      Pipet tetes

4.      Gelas ukur

5.      Rak tabung reaksi

6.      Tabung reaksi

7.      Indikator universal

8.      Pipet ukur

9.      Voltex

10.  Pro pipet

5.2 Bahan

Adapun Bahan yang digunakan adalah sebagai berikut :

1.      Larutan CaCl2 1%

2.      Larutan CH3COOH

3.      Larutan sabun

4.      Larutan Mg2SO4 1%

5.      Larutan HCl pekat

6.      Larutan Pb Asetat 1%

7.      Larutan kimia 0,1N

8.      Larutan eter

9.      Minyak

10.  Aquades

11.  Indicator phenolphthalein (PP)

VI. Prosedur Kerja

6.1. Cara Kerja Uji Pembentukan Garam

1.      Masukkan sabun 30ml kedalam gelas beker

2.      Dicek Phnya kemudian ditambah CH3COOH bila Ph belum sampai 7

3.      Kemudian dibagi menjadi 3 bagian pada tabung reaksi

4.      Dilarutkan 5 ml sabun + larutan CaCl2 1% 7 tetes (tabung 1)

5.      Dilarutkan 5 ml sabun + larutan MgSO4 1% 7 tetes (tabung 2)

6.      Dilarutkan 5 ml sabun + larutan Pb Asetat 1% 7 tetes (tabung 3)

6.2. cara kerja uji hidrolisis sabun

1.      Masukkan 10ml sabun pada tabung reaksi + 5 ml aquades

2.      Tambahakn 3 tetes indicator PP

3.      Divoltex sampai homogeny dan diamati apa yang terjadi

6.3. Cara Uji Sifat Emulsi Lemak

1.      Masukkan 2 ml aquades pada tabung 1 + 5 ml minyak

2.      Masukkan 2 ml aquades pada tabug 2 + 5 tetes minyak + 2 ml larutan sabut

3.      Divoltex larutan dan didiamkan amati perubahan yang terjadi

6.4. Cara Kerja Uji Sifat Tidak Jenuhan Lemak

1.      Dimasukkan 2 ml minyak + 5 ml larutan eter

2.      Kemudian divortex

3.      Ditambahkan larutan Kmno4 0,1 N 3 tetes dan amati yang terjadi

6.5. Cara Kerja Uji Pembuatan Asam Minyak

1.      Masukkan 5 ml sabun + HCl pekat 3 ml

2.      Divortex larutan

3.      Didiamkan hingga terbentuk dua lapisan dan diamati apa yang terjadi

 

Berikut adalah link video yang berhubungan dengan Uji Karbohidrat : https://youtu.be/2C1D3Xu5CtI

Permasalahan :

1.      Apa yang terjadi jika larutan tidak dipanaskan?

2.      Apa yang akan sangat mempengaruhi keberhasilan praktikum kali ini?

3.      Bagaimana cara anda menentukan bahwa larutan tersebut mengandung lemak?

Komentar

  1. Baiklah, saya Thifani Aulia Putri Pane akan mencoba menjawab permasalahan nomor 2. Dimana proses yang berpengaruh dalam keberhasilan uji lemak ini yaitu proses pengocokan menggunakan vortex. Dimana, ketika semua bahan yang hendak diuji sudah ditambahkan dengan larutan pereaksi (misalnya HCl pada uji pembuatan asam minyak) maka diperlukan penghomogenan campuran larutan pada tabung reaksi tersebut agar dapat diamati perubahan warna ataupun terbentuknya lapisan yang terjadi pada uji tersebut. Terimakasih

    BalasHapus
  2. Baiklah saya Mashita (083) akan mencoba menjawab permasalahan no 3. Diuji dgn menggunakan kertas yang bisa mengetahui kadar lemak pada larutan. terimakasih.

    BalasHapus
  3. Baiklah saya Rizki Fitra Pratama (A1C118012) mencoba menjawab pernasalahan no 1 dari dari saudara.
    Jika tidak dipanaskan maka hasil yang didapatkan akan lama, dan jika diapanaskan hasil yang disapatkan lebih cepat.
    Terimakasih

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer