Jurnal Praktikum Uji Karbohidrat

 

Jurnal Praktikum Kimia Organik II Percobaan 11

 Uji Karbohidrat

 



                                    NAMA             : MUHAMMAD KHOIRUL ABDILLAH 

NIM                 : A1C118040

KELAS            : REGULER C 2018

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020 

 

Percobaan 11

I. Judul                        : Uji Karbohidrat

II. Hari/Tanggal          : Kamis/ 10 Desember 2020

III. Tujuan                   : Dilakukan percoaan ini bertujuan untuk :

1.         Dapat mengenal beberapa karbohidrat yang lazim dan sifat fisisnya

2.         Dapat mempelajari perbedaan penting sifat fisis dan kimia dan kimia dari monosakirida, disakarida, dan polisakarida

3.         Dapat menghubungkan reaksi karbohidrat dengan kimiawi dasar dari gugus fungsinya

4.         Dapat mempelajari beberapa reaksi karbohidrat yang penting dalam metabolisme

IV. Landasan Teori

                Karbohidrat didefinisikan decara umum sebagai senyawa dengan rumus molekul Cn(H2O)n. karbohidrat adalah turunan aldehid atau keton dari alcohol polihidriksi atau senyawa turunan sebagai hasil hidrolisis senyawa kompleks. Karbohidrat yang dihasilkan oleh tumbuhan merupakan cadangan makanan yang disimpan dalam akar, batang dan biji sebagai pati (amilum). Karbohidrat dalam tubuh manusia dan hewan debentuk dari beberapa asam amini, gliserol lemak, dan sebagian besar diperoleh dari makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan (Tim Kimia Organik, 2020).

            Karbohidrat dapat digolongkan berdasarkan struktur cincin sikliknya yaitu fruktosa, karbohidrat dengan cincin siklik segu enam, maupun golongan berdasarkan monomer penyusunnya seperti monosakarida, digosakarida, dan polisakarida. Karbohidrat adalah sumber energy utama. Kebanyakan karbohidrat yang dikonsmsi adalah tepung/amilum/pati yang ada dalam gandum, jagung, beras, kentang, dan padi-padian lainnya. Karbohidrat merupakan bahan yang penting dan sumber tenaga yang terdapat dalam tubuh dan daging hewan. Selain itu karbohidrat juga menjadi komponen struktur penting pada makhluk hidup dalam bentuk sert (fiber), seperti selulosa, pectin, serat lignin (Endahwati, 2010).

            Karbohidrat adalah komponen bahan pangan yang tersusun oleh 3 unsur utama, yaitu karbon (C), Hidrogen (H) dan Oksigen (O). susunan atom-atom tersebut dan ikatannya  membedakan karbohidrat satu dengan uang lainnya, sehingga ada karbohidrat yang masuk kelompok sederhana seperti monosakarida dan disakarida dan dengan struktur kompleks atau polisakarida seperti pati, glikogen, selulosa dan hemi selulosa. Analisis kualitatif karbohidrat umumnya didasarkan atas reaksi-reaksi warna yang dipengaruhi oleh produk-produk hasil penguraian gula dalam asam-asam kuat dengan berbagai senyawa organic, sifat mereduksi dari gugus karbonil dan sifat oksidasi dari gugus hidroksil yang berdekatan (Kusbandari, 2015).

            Karbohidrat merupakan salah satu zat gizi yang diperlukan oleh manusia yang berfungsi untuk menghasilkan energy bagi tubuh manusia. Karbohidrat yang penting dalam ilmu gizi dibagi menjadi dua golongan yaitu karbohidrat sederhana dan kompleks. Karbohidrat sederhana terdiri atas monosakarida, disakarida, dan oligosakarida. Karbohidrat kompleks terdiri atas polisakarida. Karbohidrat selain berfungsi untuk menghasilkan energy, juga mempunyai fungsi yang lain bagi tubuh yaitu pemberi rasa manis pada makanan dan lain-lain (Seregar, 2014).

            Karbohidrat banyak terdapat pada makanan. Keberadaan karbohidrat dalam makanan dapay dilakukan dengan uji arbohidrat oada makanan tersebut. Uji karbohidrat dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu uji biuret, uji benedict, dan uji yodium. Dalam uji biuret sampel akan berwarna ungu bila positif terkandung karbohidrat. Dalam uji benedict, sampel akan terbentuk endapan merah bata apabila positif terkandung karbohidrat. Dalam uji yodium sampel akan berwarna hitam atau biru tua apabila positif terkandung karbohidrat (Mukti, 2018).

V. Alat dan Bahan

5.1 Alat

Adapun Alat yang digunakan adalah sebagai berikut :

1.      Pipet tetes

2.      Pipet volume

3.      Tabung reaksi

4.      Penangas

5.      Pengaduk

6.      Lumping

7.      Stopwatch

8.      Erlenmeyer

9.      Gelas kimia 100 ml dan 200 ml

10.  Thermometer

5.2 Bahan

Adapun Bahan yang digunakan adalah sebagai beriku :

1.      Sukrosa

2.      Glukosa

3.      Asam sulfat pekat

4.      Selulosa (pati)

5.      Natrium hidroksida

6.      HCL

7.      Pereaksi molisch

8.      Pereaksi benedict

9.      Larutan iod

10.  Pereaksi tollens

11.  Pereaksi basa kuat

12.  Pereaksi fehling

13.  Aquades

VI. Prosedur Kerja

a)      Uji Molisch

·         Masukkan 5 ml larutan gula (glukosa, sukrosa, selulosa,pati) pada tabung reaksi dengan beberapa air

·         Ditambahkan 1 tetes pereaksi molisch dan dikocok

·         Dimiringkan dan ditambaha kedalamnya 5 ml asam sulfat pekat

·         Diperhatikan warna yang terbentuk pada batas pertemuan dari dua lapisan cairan dalam tabung

b)      Reaksi Glukosa

1.      Dengan pereaksi Fehling

·         Masukkan 2 ml larutan fehling A dan 2 ml larutan fehling B pada tabung reaksi

·         Ditambah beberapa tetes aquades dan dikocok perlahan

·         Dimasukkan pada penangas yang ada air mendidih

·         Diamati perubahan warna yang terjadi

2.      Dengan pereaksi Benedict

·         Pada tabung reaksi dimasukkan 2 ml pereaksi benedict

·         Ditambah beberapa tetes glukosa dan diaduk perlahan

·         Dimasukkan pada penangas yang ada air mendidih

·         Diamati perubahan yang terjadi

3.      Dengan pereaksi Tollens

·         Pada tabung reaksi dimasukkan 2 ml pereaksi benedict

·         Ditambah beberapa tetes glukosa dan diaduk perlahan dan dikocok perlahan

·         Dipanaskan sampai terbentuk cermin perak pada dinding tabung

4.      Uji Iod

·         Dimasukkan 5 ml sukroda dan glukosa pada tabung reaksi

·         Ditambah larutan iod 5 tetes

·         Diamati perubahan warna yang terjadi

5.      Dengan Basa Kuat

·         Dimasukkan 2 ml larutan glukosa 10% dan 0,5 NaOH 25% pada tabung reaksi dan diaduk perlahan

·         Dipanaskan 5 menit pada penangas air

·         Diperhatikan rupa dan bau yang timbul

6.      Reaksi Sukrosa

·         Pada tabung reaksi dilarutkan 1,5 gram sukrosa dalam 200 ml air, dilarutkan seperti percobaab B (1,2,3,4) dengan menggunakan sukrosa sebagai ganti glukosa

7.      Reaksi Laktosa

·         Pada tabung reaksi dilarutkan 1,5 gram laktosa dalam 200 ml air, dilarutkan seperti percobaab B (1,2,3,4) dengan menggunakan laktosa sebagai ganti glukosa

c)      Reaksi Pati

·         Pada lumping digerus 0,5 gr pati denga sedikit air hingga terbentuk pasta

·         Dipindahkan kedalam gelas kimia dan ditambahkan air

·         Dilakukan dekantasu sebanyak 5x dengan air sampai cairan diatas endapan menjadi bening

·         Kemudian dikocok perlahan dan dilakukan percobaan terhadapap pati tersebut dengan menggunakan pereaksi dehling basa kuat dan pereaksi iod

·         Diamati perubahan yang terjadi

d)     Reaksi Pati yang Dihidrolisis

·         Dimasukkan 10 ml larutan sisa percobaab 6.3 kedalam tabung reaksi

·         Ditambahkan1 tetes HCL pekat dan dipanaskan

·         Diteteskan sedikit cairan tersebut pada larutan iodium dalam sebuah lempeng penguji bila suhu mencapai 80C

·         Dilanjutkan pemanasan dipenangas hingga larutan mendidih dan setiap menit dilakukan uji warna, uji ini 5-6 kali atau sampai tidak terjadi lagi perubahan warna

·         Dilakukan uji dengan pereaksi fehling

Berikut adalah link video yang berhubungan dengan Uji Karbohidrat :

1.      https://youtu.be/FHxQbf0BhQc

2.      https://youtu.be/pN8rPUWT8K0

3.      https://youtu.be/fQMYQORR-qg

Permasalahan :

1.      Apa yang sangat mempengaruhi dalam uji Molisch?

2.      Apa yang sangat mempengaruhi dalam uji Glukosa?

3.      Apa yang sangat mempengaruhi dalam uji Pati?

Komentar

  1. Baiklah saya Mashita (083) akan mencoba menjawb permasalahan no 2
    Pada uji molisch yang sangat berpengaruh adalah reagen karena apabila menggunakan reagen iodin maka dapat dikatakan hasilnya tersebut positif atau terdapat karbohidrat.
    Terimakasih.

    BalasHapus
  2. Saya Lutfi Praidha mencoba menjawab pertanyaan nomer 3. Yang sangat mempengaruhi uji pati adalah suhu dan lama pemanasan, yang mana kedua faktor ini berpengaruh pada kelarutan pati.
    Terimakasih

    BalasHapus
  3. Saya Erik Surya Kurniawan Nim A1C118027 akan menjawab permasalahan nomor 1. Yang sangat mempengaruhi uji molish ialah saat penambahan asam sulfat pekat dimana proses ini harus dilakukan secara perlahan melalui dinding tabung sehingga nantinya hasil yang didapatkan terdapat 2 lapisan dimana diantara kedua lapisan tersebut terdapat cincin ungu yang menjadi indikator dalam uji ini.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer