Jurnal Praktikum Isolasi Senyawa P-Metoksi Sinamat Dari Kencur

 

Jurnal Praktikum Kimia Organik II Percobaan 10

 Isolasi Senyawa P-Metoksi Sinamat Dari Kencur



 

                                    NAMA             : MUHAMMAD KHOIRUL ABDILLAH 

NIM                 : A1C118040

KELAS            : REGULER C 2018

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020 

 

Percobaan 10

I. Judul                        : Isolasi Senyawa P-Metoksi Sinamat Dari Kencur

II. Hari/Tanggal          : Kamis/ 10 Desember 2020

III. Tujuan                   : Dilakukan percoaan ini bertujuan untuk :

1.         Dapat menguasai tekni-teknik isolasi bahan alam khususnya fenil propanoid

2.         Dapat mengenal sifat-sifat kimia fenilpropanoid melalui reaksi-reaksi pengenalan yang spesifik

IV. Landasan Teori

                Krncur (Kaemferia galangal L) merupakan tanaman tropis yang banyak tumbuh dikebun, perkarangan, digunakan sebagai bumbu dapur dan termasuk salah satu tanaman obat tradisional Indonesia. Senyawa kimia yang terkandung didalamnya antara lain : etil p-metoksi sinamat, etil sinamat komponen yang utama, p-metoksistiren dan lain-lain. Kadar etil p-metoksinamat salam kencur cukup tinggi 10% karena itu dengan mudah diisolasi dari umbinya menggunakan pelarut petroleum atau etanol (Tim Kimia Organik, 2020).

            Krncur (Kaemferia galangal L) secara empiris telah diketahui memiliki efek antiinflamasi. Kandungan utama kencur adalah etil p-metoksinamat (EPMS) (31,77%) yang didalam tubuh mengalami hidrolisis menjadi senyawa aktif biologis, asam p-metoksinamat (APMS), senyawa ini bekerja denggan menghambat enzim siklooksigenase, sehingga konversi asam arakhidonat menjadi prostaglandin terganggu. Penggunaan obat anti inflasi nonsteroid (DAINS) sering kali dapat menyebabkan iritasi saluran cerna. Salah satu upaya untuk menghindari efek samping tersebut dikembangkan penggunaan obat secara topical (Widji, 2014).

            Senyawa etil p_metoksinamat dapat menyyerap sinar matahari secara nyata pada rentang panjang gelombang 200-370 nm sehingga dapat digunakan untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari, pada penelitian ini diketahui efek proteksi maksimum dan proteksi ultra oktil p-metoksinamat pada konsentrasi 15-16 Ng/ml dan 17 Ng/ml. dengan demikian penggunaan oktil p-metoksinamat  tersebut dalam sedian tabir surya minimal dengan konsentrasi 17 Ng/ml sudah memberikkan perlindungan ultra terhadap kulit dari bahaya radiasi sinar UV-A maupun UV-B (Suryanto, 2013).

            Sintesis dua derivate asam metoksinamat (posisi mata- dan para-) melalui reaksi kinoevenagel. Asam o-metok-sinamat (AOMS) telah dilaporkan memiliki aktivitas analgesic lebih baik daripada asam asetil salisilat. Derivate asam sinamat yang lain, yaitu etil p-metoksinamat (EPMS) dilaporkan memiliki aktivitaf analgesic anti inflasi dengan mekanisme kerja secara non selektif menghambat COX-1/2 (Redtidin etal). Oleh karena itu pada penelitian ini akan dilakukan uji aktifitas analgesic dari asam p-metoksinamat (APSM) dan asam metoksinamat (AMMS) (Ekowati, 2014).

            Penggunaan obat antiinflamasi monsteroid (OAINS) seringkali dapat menyebabkan iritasi saluran cerna, salah satu upaya untuk menghindari efek samping tersebut, dikembangkan obat secara topical. Sediaan OAINS topical yang telah beredar a.l. natrium diklofenak dengan dosisi 1%, sementara dosisi AMPS untuk penggunaan topical belum diketahui. Salah satu metode ekstraksi yang digunakan asalah tersedianya wakktu kontak yang cukup antara pelarut dan jaringan yang diekstrak (Soeratri, 2014).

V. Alat dan Bahan

5.1 Alat

Adapun Alat yang digunakan adalah sebagai berikut :

1.      Alat Ukur TI

2.      Evavorator

3.      Erlenmeyer 250 ml

4.      KLT

5.      Kertas Saring

6.      Orong Buchner

7.      Penangas Air

8.      Labu Bulat Alas Datar

9.      Corong Biasa

5.2 Bahan

Adapun Bahan yang digunakan adalah sebagai beriku :

1.      Kloroform

2.      NaOH

3.      Metanol

4.      Etanol

5.      Kencur yang telah ditumbuk

6.      Asam Sulfta Klorida

VI. Prosedur Kerja

Adapun prosedur kerja pada percobaan ini adalah sebagai berikut :

a)      Isolasi Etil p-Metoksi Sinamat

·         Dimasukkan serbuk kencur kedalam Erlenmeyer 250ml

·         Direndam dengan 100ml klorofrom

·         Dihangatkan pada penangas air sambil digoyang-goyang

·         Dibiarkan selama setengah jam pada temperature kamar kemudian saring

·         Dipisahkan residu kencur dan ulangi perkolasi sekali lagi menggunakan pelarut dengan jumlah yang sama

·         Diperoleh filtrate kemudian digabung dan dipekatkan dibawah tekanan rendah (evavorator) sampai volume larutan kira-kira setengahnya

·         Didinginkan larutan pekat dalam air es, padatan yang terbentuk disaring dengan corong Buchner , filtrate dipekatkan sekali lagi dan padatan yang kedua setelah disaring digabung kemudian ditimbang

·         Dihitung rendemennya! Reksistalisasi dilakukan dalam klorofrom.kemudian diukur titik lelehnya dan bandingkan dengan literature (45-50ºC)

b)      Pemeriksaan Kromatografi Lapis Tipis (KLT)

·         Dilarutkan sampelkristal hasil isolasi dalam petroleum eter menggunakan kapiler ditotolkan pada plat KLT ukuran 2x5 cm.

·         Digunakan etil p-metoksi sinamatdan asam p-metoksi sinamat standar sebagai pembanding pada jarak 0,5 cm dari bawah

·         Dimasukkan dalam chamber yang telah dijenuhkan dengan eluen kloroform, pengamatan bercak dilakukan dengan melihatnya dibawah lampu UV atau dimasukkan kedalam chamber iodium

·         Dihitung rf-nya dan dibandingkan dengan standar

c)      Pemeriksaan Spektroskopi Ultra Violet

·         Dilarutkan Kristal hasil isolasi dalam methanol

·         Dibuat spectrum ultra violetnya pada daerah panjang gelombang 200-300 nm

d)     Pemeriksaan Spektroskopi Infra Merah

·         Dibuat pellet Kristal hasil isolasi dengan KBr kering

·         Dibuat spectrum infra merahnya

Berikut adalah link video yang berhubungan dengan Isolasi Senyawa P-Metoksi Sinamat Dari Kencur :

https://youtu.be/a7dBmmou4Gg

1.      Apakah dengan dikeringkan kencur yang dipakai tidak akan menpengaruhi senyawa kimia yang diamati didalam kencur?

2.      Bagaimana cara mengetahui bahwa yang dihasilkan adalah p-metoksi sinamat?

3.      Apa yang sangat mempengaruhi untuk keberhasilan pada percobaan ini?

Komentar

  1. Baiklah, saya Thifani Aulia Putri Pane (A1C118009) akan mencoba menjawab permasalahan nomor 2. Untuk mengetahui apakah kristal etil p-metoksi sinamat yang dihasilkan benar-benar kristal tersebut kita bisa melihat dari warna kristal yang didapatkan, dimana warna kristal EPMS ini berwarna putih. Untuk mengetahui keberanannnya, kita dapat menguji titik leleh dari kristal yang kita dapatkan lalu dibandingkan dengan data literatur sehingga dapat diketahui apakah benar yang dihasilkan itu merupakan kristal etil-p metoksi sinamat. Terimakasih

    BalasHapus
  2. Saya Wiwit Rama Riska NIM A1C118022 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 3 yaitu dengan melakukan pemekatan rotary evaporator, lalu dilakukan penyaringan, kemudian dilakukan rekristalisasi supaya mendapatkan kristal yang murni. Terima kasih

    BalasHapus
  3. Saya Erik Surya Kurniawan NIM A1C118027 akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 1. Tidak, karena saat proses pengeringan maka kandungan yang akan hilang dari kencur tersebut ialah air yang terdapat didalam kencur sehingga hal ini tidak akan mempengaruhi proses isolasi senyawa p-metoksi sinamat.

    BalasHapus

Posting Komentar