Laporan Praktikum Skrining Fitokimia Senyawa Bahan Alam
VII. Data Pengamatan
a)
Pengujian Flavonoid
|
PERLAKUAN |
TUJUAN |
PENGAMATAN |
|
bubuk kulit jeruk di masukkan ke labu
erlenmeyer, lalu dicampurkan dengan methanol 95% dan diaduk |
Untuk
membuat ekstrak etanolic, diaduk supaya bubuknya dapat larut dengan metanol |
Didapatkan
larutan berwarna oranye |
|
Stelah diaduk, di tutup wadahnya lalu
didiamkan selama 30 menit |
Bertujuan
untuk mengendapkan larutan atau menjenuhkan larutan |
Warna
larutan oranye dengan ada endapan |
|
Disaring, dan ekstraknya dilakukan tes
Shinoda |
Tujuan
disaring supaya bisa mendapatkan filtrat atau ekstrak etanol nya |
Larutannya
berwarna kuning |
|
Dimasukkan ekstrak etanol ke tabung
reaksi 2-3 ml lalu tambahkan HCl 2-3 tetes + 2 buah magnesium |
Magnesium
dan HCl disini digunakan karena untuk menguji flavonoid dengan tes Shinoda,
dimana jika warna oranye kemerahan yang muncul dinyatakan positif flavonoid,
karena terjadi ikatan antara flavonoid dengan Mg berlebih |
Setelah
dicampurkan , didapatkan larutan yang berwarna orange kemerahan, menandakan
positif flavonoid |
|
Selanjutnya identifikasi flavonoid
dengan reagen alkalin, Dimasukkan ekstrak etanol ke dua
tabung reaksi lalu ditambahkan 2% NaOH
di kedua tabung. Lalu ditabung kiri ditambah HCl |
NaOH
digunakan sebagai katalis basa yang menyebabkan terjadinya pengurain senyawa
flavonoid menjadi molekul asetofenon yang berwarna kuning sampai cokelat. HCl
digunakan untuk menghidrolisis flavonoid mmenjadi aglikonnya yang akan
mengahasilkan warna merah, kuning, ataupun jingga. |
Pada
tabung kiri, wananya kuning dan pada tabung kanan berwarna oranye. Terlihat
pada tabung kiri menandakan terdapat flavonoid |
b) Pengujian
Tanin
|
PERLAKUAN |
TUJUAN |
PENGAMATAN |
|
Dimasukan
kegelas kimia kulit arjuna yang telah
dibubuk lalu ditambahkan air secukupnya
kemudian dipanaskan diatas mantel pemanas selama beberapa menit. |
Pemanasan
untuk memdapatkan ekstrak air. |
Berwarna
coklat kemerahan |
|
Setelah mendidih saring isi gelas kimia melalui kertas saring , setelah penyaringan ambil
ekstraksi berair kulit arjuna dan tambahkan 2 ml ekstrak ke dalam tabung
reaksi1 dan 2 |
Disaring untuk memisahkan serbuk dan ekstrak air. |
Berwarna coklat kemerahan |
|
Dua Tabung reaksi diisi dengan 2 ml ekstrak tadi ,laluditambahkan
beberapa tetes larutan besi klorida 5
% padatabung pertama . |
Larutan besi klorida bertujuan untuk menguji
kandungan tannin dalam sampel |
Tabung 1 berwarna birutua, berarti menandakan
mengandung tannin. Tabung 2 berwarna coklat kemerahan (masih dalam
ekstrak asli ) |
|
Dua tabung reaksi diisi dengan 2 ml ekstrak yang
tadi ,lalu ditambahkan beberapa tetes larutan gelatin 1 % yang mengadung 10%
NaCl pada tabung pertama . |
Larutan gelatin bertujuan untuk menguji kandungan
tannin dalam sampel. |
Tabung 1 berwarna orange dan terdapat endapan
putih . Tabung 2 berwarna coklat kemerahan |
|
Dua tabung reaksi diisi dengan 2 ml ekstrak yang
tadi lalu ditambahkan beberapa tetes larutan Timbal asetat pada tabung
pertama. |
Larutan timbal asetat bertujuan untuk menguji kandungan tannin dalam sampel. |
Tabung 1 berwarna orange dan terdapat endapan
putih . Tabung 2 berwarna coklat kemerahan |
|
Dimasukkan
daun teh hijau ke dalam erlenmeyer dan ditambahkan air secukupnya
kemudian dididihkan di atas mantel pemanas selama sekitar beberapa menit |
Pemanasan bertujuan untuk menyiapkan ekstrak air. |
Berwarna hijau ke kuningan |
|
Selanjutnya disaring . |
Penyaringan bertujuan untuk memisahkan ekstrak air
dari serbuk. |
Berwarna kuning |
|
Dua Tabung reaksi diisi dengan 2 ml ekstrak tadi ,lalu ditambahkan
beberapa tetes larutan besi klorida 5
% padatabung pertama . |
Larutan besi klorida bertujuan untuk menguji
kandungan tannin dalam sampel |
Tabung satu berubah warna menjadi biru tua. Tabung 2 tetap berwarna kuning . |
|
Dua tabung reaksi diisi dengan 2 ml ekstrak yang
tadi ,lalu ditambahkan beberapa tetes larutan gelatin 1 % yang mengadung 10%
NaCl pada tabung pertama . |
Larutan gelatin bertujuan untuk menguji kandungan tannin dalam sampel. |
Tabung 1 berwarna kuning agak putih Tabung 2 berwarna kuning bening |
|
Dua tabung reaksi diisi dengan 2 ml ekstrak yang
tadi lalu ditambahkan beberapa tetes larutan Timbal asetat pada tabung
pertama. |
Larutan timbal asetat bertujuan untuk menguji kandungan tannin dalam sampel |
Tabung satu berwarna kuning dan terdapat endapan
putih Tabung kedua berwarna kuning bening |
c) Pengujian
Saponin
|
PERLAKUAN |
TUJUAN |
PENGAMATAN |
|
Disiapkan
bubuk akar manis dan air secukupnya kemudian di campurkan dan di goyangkan
perlahan |
Digoyangkan
bertujuan untuk memisahkan getah dalam bubuk |
Larutan
berwarna coklat krim dan sedikit ada busa di bagian atas |
|
Di
aduk menggunakan batang pengaduk |
Pengadukan
ini bertujuan agar campuran merata |
Larutan
teteap berwarna coklat krim tetapi busa bertambah di bagian atas |
|
Dipanaskan
diatas mantel pemanas sekitar 15 menit |
Pemanasan
dilakukan untuk mendapatkan extrak air |
Larutan
tetap ciklat krim da nada busa di atas |
|
Didinginkan dan saring menggunakan kertas saring
dan di tamping extrak air di gelas kimia |
Penyaringan dilakukan untuk memisahkan busa dari
cairan |
Larutan coklat krim dan berbusa setelah di saring
menjadi berwarna coklat gelap tidak ada busa |
|
Extrak
di dalam gelas kimia tadi dipindahkan sebanyak 0,2 ml ke dalam tabung reaksi
kemudian digoyangkan |
Digoyangkan
bertujua untuk membentuk busa |
Larutan
coklat gelap dan dibagian atas terdapat busa |
|
Diamkan
tabung reaksi selama 5 menit |
Untuk
melihat kestabilan busa, bila busa tetap ada maka dapat dinyatakan terdapat
saponin didalam extrak tersebut |
Larutan
tetap berwarna coklat gelat dan di atas tetap ada busa, maka dalam extrak ini
terdapat saponin |
VIII. Pembahasan
a)
Pengujian Flavonoid
Pada
percobaan ii yang pertama kali dilakukan yaitu bubuk kulit jeruk di masukkan ke
labu erlenmeyer, lalu dicampurkan dengan methanol 95% dan diaduk untuk embuat
ekstrak etanolic, diaduk supaya bubuknya dapat larut dengan methanol dan
didapatkan larutan berwarna orange. Setelah diaduk ditutup dan didiamkan selama
30 menit dan didapati ada endapan pada larutan tersebut. Kemudian dilakukan
penyaringan dan ekstraknya dilakukan tes Shinoda, disaring supaya bisa
mendapatkan filtrat atau ekstrak etanolnya, didapatkan larutan berwarna kuning.
Kemudian dimasukkan ekstrak etanol ke tabung reaksi
2-3 ml lalu tambahkan HCl 2-3 tetes + 2 buah magnesium. Magnesium dan HCl
disini digunakan karena untuk menguji flavonoid dengan tes Shinoda, dimana jika
warna oranye kemerahan yang muncul dinyatakan positif flavonoid, karena terjadi
ikatan antara flavonoid dengan Mg berlebih. Setelah dicampurkan , didapatkan
larutan yang berwarna orange kemerahan, menandakan positif flavonoid.
Selanjutnya identifikasi flavonoid dengan reagen alkalin, dimasukkan ekstrak
etanol ke dua tabung reaksi lalu ditambahkan 2%
NaOH di kedua tabung. Lalu ditabung kiri ditambah HCl NaOH digunakan
sebagai katalis basa yang menyebabkan terjadinya pengurain senyawa flavonoid
menjadi molekul asetofenon yang berwarna kuning sampai cokelat. HCl digunakan
untuk menghidrolisis flavonoid mmenjadi aglikonnya yang akan mengahasilkan
warna merah, kuning, ataupun jingga. Pada tabung kiri, wananya kuning dan pada
tabung kanan berwarna oranye. Terlihat pada tabung kiri menandakan terdapat
flavonoid
b) Pengujian
Tanin
Dimasukan kegelas kimia kulit arjuna yang telah dibubuk lalu
ditambahkan air secukupnya kemudian
dipanaskan diatas mantel pemanas selama beberapa menit, didapati larutan
berwarna coklat kemerahan. Setelah mendidih saring isi gelas kimia melalui
kertas saring , setelah penyaringan ambil ekstraksi berair kulit arjuna dan
tambahkan 2 ml ekstrak ke dalam tabung reaksi1 dan 2. Disaring untuk memisahkan
serbuk dan ekstrak air. Dua Tabung reaksi diisi dengan 2 ml ekstrak tadi ,laluditambahkan beberapa
tetes larutan besi klorida 5 %
padatabung pertama. Tabung 1 berwarna
birutua, berarti menandakan mengandung tannin. Tabung 2 berwarna coklat
kemerahan (masih dalam ekstrak asli). Dua tabung reaksi diisi dengan 2 ml
ekstrak yang tadi ,lalu ditambahkan beberapa tetes larutan gelatin 1 % yang
mengadung 10% NaCl pada tabung pertama.
Tabung 1 berwarna orange dan terdapat endapan putih, tabung 2 berwarna coklat
kemerahan. Dua tabung reaksi diisi dengan 2 ml ekstrak yang tadi lalu
ditambahkan beberapa tetes larutan Timbal asetat pada tabung pertama, Larutan
timbal asetat bertujuan untuk menguji kandungan tannin dalam sampel. Tabung
1 berwarna orange dan terdapat endapan putih, tabung 2 berwarna coklat kemerahan.
Dimasukkan daun teh hijau ke dalam
erlenmeyer dan ditambahkan air secukupnya kemudian dididihkan di atas mantel
pemanas selama sekitar beberapa menit didapati larutan berwarna hijau ke
kuningan.
Selanjutnya disaring untuk menguji kandungan tannin
dalam sampel, tabung satu berubah warna menjadi biru tua tabung 2 tetap
berwarna kuning. Dua Tabung reaksi diisi dengan 2 ml ekstrak tadi ,lalu ditambahkan beberapa
tetes larutan besi klorida 5 % pada
tabung pertama tabung satu berubah warna
menjadi biru tua, tabung 2 tetap berwarna kuning. Dua tabung reaksi diisi
dengan 2 ml ekstrak yang tadi ,lalu ditambahkan beberapa tetes larutan gelatin
1 % yang mengadung 10% NaCl pada tabung
pertama, gelatin bertujuan untuk menguji
kandungan tannin dalam sampel. Tabung 1 berwarna kuning agak putih tabung 2
berwarna kuning bening, kemudian dua
tabung reaksi diisi dengan 2 ml ekstrak yang tadi lalu ditambahkan beberapa
tetes larutan Timbal asetat pada tabung pertama, larutan timbal asetat bertujuan untuk menguji kandungan tannin dalam sampel. Tabung
satu berwarna kuning dan terdapat endapan putih tabung kedua berwarna kuning
bening
c) Pengujian Saponin
Disiapkan
bubuk akar manis dan air secukupnya kemudian di campurkan dan di goyangkan
perlahan untuk memisahkan getah dalam bubuk. Larutan berwarna coklat krim dan
sedikit ada busa di bagian atas. Di aduk menggunakan batang pengaduk agar
campuran merata. Dipanaskan diatas mantel pemanas sekitar 15 menit untuk
mendapatkan extrak air. Didinginkan dan
saring menggunakan kertas saring dan di tamping extrak air di gelas kimia,
larutan coklat krim dan berbusa setelah di saring menjadi berwarna coklat gelap
tidak ada busa. Extrak di dalam gelas kimia tadi dipindahkan sebanyak
0,2 ml ke dalam tabung reaksi kemudian digoyangkan untuk membentuk busa dan
didapat bahwa larutan coklat gelap dan dibagian atas terdapat busa. Kemudian
didiamkan tabung reaksi selama 5 menit untuk melihat kestabilan busa, bila busa
tetap ada maka dapat dinyatakan terdapat saponin didalam extrak tersebut,
larutan tetap berwarna coklat gelat dan di atas tetap ada busa, maka dalam
extrak ini terdapat saponin.
IX. Kesimpulan
1. Teknik
pemisahan yang bisa digunakan untuk dilakukan skrinning fitokimia uji
flavonoid, tannin dan saponin disini yaitu dengan cara ekstraksi.
2. Jenis
pereaksi yang digunakan pada skrinning fitokimia ini yaitu digunakan pereaksi
Shinoda (Flavonoid), pereaksi gelatin, pereaksi Besi Klorida dan timbal asetat
X. Pertanyaan
1.
Pada pengujian saponin jika di diamkan
lebih dari 5 menit apakah busa yang didapatkan akan tetap sama?
2.
Perlakuan apa yang sangat mempengaruhi
di dapatkannya hasil pada percobaan ini?
3.
Dalam pengujian flavonoid jika proses
didiamkan yang bertujuan untuk menjenuhkan larutan dilakukan tidak sampai atau
lebih dari 30 menit apakah dapat mempengaruhi hasil yang didapatkan?
XI. Daftar Pustaka
Agustina.S.,dkk.2016.Skrining Fitokimia tanaman obat
dikabupaten Bima.E-Journal of Applied Chemistry. Vol. 4. NO.1.
Achmad.S.A.1986.Kimia Organik Bahan Alam.Jakarta:Karnunika.
Maryono,dkk.2015.Skrining Fitokimia Beberapa Fraksi
Klorofrom dari daun Lantoina camara Lin.Jurnal Chemica.Vol. 16. NO.1.
Robinson.2015.Kimia Organik.Jakarta:Erlangga.
Tim Kimia Organik.2020.Tim Penuntun Praktikum Kimia Organik II.Jambi:UNA.

Baiklah, saya Thifani Aulia Putri Pane (A1C118009) akan menjawab permasalahan nomor 1. Dimana, untuk membuktikan bahwa suatu sampel itu mengandung saponin, dilakukan uji busa. Oleh karena itu, dilakukan proses pendiaman tabung reaksi selama 5 menit tersebut berguna untuk melihat kestabilan busa. Apabila busa tetap ada dan stabil, maka dapat dinyatakan terdapat saponin didalam sampel tersebut. Terimakasih
BalasHapusBaik lah saya Yupita Sri Rizki akan mencoba menjawab no 2 perlakuan yang paling mempengaruhi adalah disaat kita menetes kan Reagen,dimana nanti Reagen ini lah yang menentukan larutan tersebut positif atau negatif
BalasHapusSaya Risa Novalina Ginting (A1C118070) akan menjawab permasalahan no 3. Menurut saya berpengaruh jika di diamkan kurang dari 30 menit endapan yang di dapatkan sedikit dan semakin lama di diamkan endapan yang di dapatkan akan semakin banyak. Terimakasih
BalasHapus