Jurnal Praktikum Pembuatan Senyawa Organik Asam Benzoat dan Benzil Alkohol
Jurnal Praktikum Kimia Organik II
Percobaan 5
“Pembuatan Senyawa Organik Asam
Benzoat dan Benzil Alkohol”
NAMA :
MUHAMMAD KHOIRUL ABDILLAH
NIM
: A1C118040
KELAS
: REGULER C 2018
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
Percobaan
5
I.
Judul : Pembuatan
Senyawa Organik Asam Benzoat dan Benzil Alkohol
II.
Hari/Tanggal : Kamis/ 12 November
2020
III.
Tujuan : Dilakukan
percoaan ini bertujuan untuk :
1.
Dapat memahami reaksi
oksidasi dan reduksi aldehid yang tidak memiliki H alfa
2.
Dapat memahami
reaksi yang terjadi pada senyawa aldehid akibat penambahan basa kuat
3.
Dapat
mempelajari cara pembuatan asam benzoate dan benzyl alkohol
IV.
Landasan Teori
Asam
benzoate nerupakan senyawa organic berwujud padat, warna putih dan berbau
menyengat dengan titik leleh 122◦-123◦C dan kristalnya
berbentuk monoklin. Benzyl alcohol pada suhu kamar berwujud cair dan tak
berwarna. Dalam kehidupan sehari-hari banyak digunakan sebagai bahan pengawet
makanan dan obat-obatan.
Kedua
senyawa tersebut dapat dibuat bersama-sama dari bahan benzaldehida yang ditambahkan
basa kuat dan dipanaskan. Benzaldehida adalah suatu senyawa aldehida yang
memiliki gugus fungsi karbonil dan dapat mengalami reaksi adisi nukleofilik
dengan nukleofil OH, CN, NH3, Ion C- (karbon) dan
sebagainya (Tim Kimia Organik, 2020).
Jenis
bahan pengawet yang sering digunakan dalam makanan untuk menghambat pertumbuhan
jamur ragi, dan beberapa bakteri adalah senywa benzoate. Bahan pengawet ini
biasanya digunakan dalam bentuk asamnya yaitu natrium benzoate. Selain bahan
pengawet beberapa minuman kemasan yang mengandung kafein juga berfungsi untuk
merangsang system saraf sehingga dapat mengusir rasa kantuk dan lelah secara
sementara. Jenis kemasan tersebut antara lain jenis minuman rungan, minuman
berenergi, teh kemasan dan kopi kemasan (Puspitaningtyas, 2018).
Asam
benzoate (C6H5COOH) merupakan padatan bersifat asam dan
berwarna putih dengan berat molekul sebesar 122,12 gr/cm3. Asam
benzoate ini sangat sedikit larut dalam air, massa jenis dari asam benzoate
asalah 1,27 gr/ cm3. Asam benzoate adalah pengawet makanan yang
esensial atau sintesis yang dibuat berdasarkan beberapa reaksi kimia pada
industry farmasi sebagai pengawet makanan (Khaira, 2014).
Alcohol
sebagai disinfektaan hanya mempunyai aktivitas baklerisidal saja, tetapi tidak
terhadap virus dan jamur. Selain sebagai disinfektaan, alcohol dalam
handsanitizer dapat membantu melarutkan trikloksan. Menurut hasil penelitian
bahwa antiseptic pada beberapa merek dengan kadar alcohol 60-70% tanpa tambahan
zat antibakkteri lainnya memiliki sifat yang lebih polar, sehingga diameter
daya hambat yang dihasilkan lebih besar pada bakteri staphylococcus aureus.
Apabila antiseptic atau han sanitizer digunakan berlebihan dan terus menerus
dapat berbahaya dan mengakibatkan iritasi (Asngad, 2018).
Benzyl
alcohol (C6H5CH2OH) merupakan cairan tak
berwarna dan berbau dengan berat molekul sebesar 108,14 gr/mol. Massa jenis
dari benzyl alcohol adalah 1,04 gr/cm3. Benzyl alcohol ini memiliki
titik didih sebasar 205,3◦C dan titik lelehnya -15,2◦C.
benzyl alcohol larut dalam dietil eter, etanol, dan aseton. Benzyl alcohol larut
sebagian dalam air dingin (March, 2001).
V. Alat dan Bahan
5.1 Alat
Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini
ialah:
1.
Labu destilasi
2.
Corong pisah
3.
Pendingin air
(kondensor)
4.
Erlenmeyer 250
ml
5.
Thermometer
6.
Labu dasar datar
300 ml
5.2 Bahan
Adapun bahan yang digunakan adalah:
1.
29 ml
Benzaldehid
2.
120 ml Eter
3.
27 gr KOH padat
4.
10 ml Larutan
Natrium Karbonat
5.
5 gr MgSO4
6.
20 ml Larutan
Natrium Bisulfit
7.
75 ml Asam
Klorida Pekat
VI. Prosedur Kerja
1. Dimasukkan 27 gr kalium hidroksida padat dengan 25
ml air kedalam Erlenmeyer untuk dilarutkan.
2. Kemudian dituangkan larutan kalium pada labu dasar
datar yang telah berisi 29 ml benzalaldehid yang baru saja di destilasi.
3. Dilakukan pengocokan sampai terjadi emulsi yang
kemudian didiamkan selama 10 jam pada tempat tertutup.
4. Kemudian di tambah air sekitar 110 ml untuk
melarutkan endapan kalium benzoate.
5. Dimasukkan larutan kedalam corong pisah, dan
dilakukan ekstraksi 3x masing-masing dengan 30 ml eter.
6. Kemudian di kocok kuat-kuat dan didiamkan sebentar
hingga terbentuk 2 lapisan cair yaitu larutan eter dan lapisan larutan dalam
air.
7. Dimasukkan larutan eter tadi pada labu destilasi
untuk memisahkan eter dengan jalan destilasi sampai volumenya tinggal 300 ml.
8. Didinginkan sisa destilasi kemudian diaduk beberapa
kali dengan menambahkan larutan jenuh natrium bisulfit, untuk mengusir sisa
dari benzaldehid.
9. Kemudian dicuci dengan 10 ml larutan natrium
karbonat 10% dan keringkan dengan di tambah 5 gr anhidrida magnesium sulfat.
10. Saring dan didestilasi untuk memisahkan eter dengan
cara dipanaskan diatas penangas air.
11. Selanjutnya destilasi untuk mendapatkan destilasi
benzaldehida pada temperature 200-206◦C
pada wajan yang bersih dan kering.
12. Jika benzaldehid tidak sampai temperature diatas
maka perlu dimurnikan kembali
13. Jika destilasi yang ditampung mendekati titik didih
benzaldehid maka periksa kemurnian dengan melihat indeks biasnya.
14. Simpan larurtan dalam air (lapisan yang bawah) yaitu
kaium benzoate kedalam 1 campuran 75 ml asam klorida pekat dan 75 ml air sambil
diaduk.
15. Ditambahkan dengan 100 gr es hingga terbentuk
endapan asam benzoate.
16. Kemudian disaring dan dicuci dengan air dan
selanjutnya diuapkan untuk mendapatkna Kristal asam benzoate dan diperiksa titik
lelehnya.
Berikut adalah link video yang berhubungan dengan
pembuatan senyawa organik asam benzoat dan benzil alcohol : https://youtu.be/b9cEfagdhSU
Permasalahan :
1.
Mengapa harus
ditambahkan natrium bisulfit sebelum dilakukan lebih lanjut pada larutan benzyl
alcohol dalam eter?
2.
Apa factor yang
sangat penting untuk keberhasilan dalam praktikum kali ini?
3.
Setelah proses
pengocokan dan terjadi emulsi dalam prosedur harus didiamkan selama 10 jam,
bagaimana jika proses didiamkan ini tidak mencapai 10 jam, apakan akan
berpengaruh terhadap hasil yang didapatkan?


Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSaya Nely Frisca (A1C118036) akan menjawab permasalahan nomor 1. Karena pada praktikum kali ini fungsi natrium bisulfit terhadap benzyl alkohol yang ada dieter itu dapat mengusir sisa benzaldehide yang masih ada, jadi natrium bisulfit ini bersifat membersihkan.
BalasHapusSaya Erik Surya Kurniawan (A1C118027) akan menjawab permasalahan nomor 3. Apabila proses pendiaman tidak sampai 10 jam tentu saja akan berpengaruh pada hasilnya. Dimana pendiaman ini dilakukan agar proses reaksi antara kalium hidroksida dan benzaldehid berlangsung sempurna yang mana akan dihasilkan endapan kalium benzoat.
BalasHapusBaiklah saya Palma L Lubis nim A1C118014 akan mencoba menjawab permasalahan no 2.faktor yang sangat mempengaruhi keberhasilan praktikum ini adalah pada waktu proses destilasi ,pemanasan dan pengadukan yang dilakukan .Trimaksih
BalasHapus