Jurnal Praktikum Isolasi Senyawaa Bahan Alam (Alkaloid)

 Jurnal Praktikum Kimia Organik II Percobaan 7

 Isolasi Senyawaa Bahan Alam (Alkaloid)

 


                                    NAMA             : MUHAMMAD KHOIRUL ABDILLAH 

NIM                 : A1C118040

KELAS            : REGULER C 2018

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020 

 

Percobaan 7

I. Judul                        : Isolasi Senyawaa Bahan Alam (Alkaloid)

II. Hari/Tanggal          : Kamis/ 19 November 2020

III. Tujuan                   : Dilakukan percoaan ini bertujuan untuk :

1.         Dapat menguasai tekni-teknik isolasi bahan alam khususnya alkaloid

2.         Dapat mengenal sifat-sifat kimia alkaloid melalui reaksi-reaksi pengenalan yang spesifik

IV. Landasan Teori

                Alkaloid adalah suatu golongan senyawa organic yang banyak ditemukan dialam. Hamper seluruh alkaloid berasal dari tumbu-tumbuhan dan tersebar luas dalam berbagai jenis tumbuhan tingkat tinggi. Sebagian besar alkaloid terdapat pada tumbuhan dikotil sedangkan untuk tumbuhan monokitil mengandung alkaloid dengan kadar yang sedikit. Alkaloid berfungsi ssebagi hasil buangan nitrogen seperti urea dan asam urat dalam hewan. Alkaloid dapat melindungi tumbuhan dari serangan pemangsa tumbuhan (Mastsjeh, 2002).

            Kopi mengandung alkaloid, salah satu cirinya adalah berasa pait yang disebabkan oleh kandungan kaffeinnya, kopi adalah minuman dengan kandungan kimia yang komplek. Dalam satu cangkir kopi terdapat sekitar 800 senyawa aromatic. Sebagian orang menolak minum kopi karena menganggap kopi yang mempunyai rasa pahit berwarna hitam tidak baik untuk kesehatam, sedangkan sebagiannya lagi orang suka minum kopi karena tidak bisa menahan nikmatnya minum kopi yang dipercaya menghilangkan rasa mengantuk pada saat orang yang menjalani aktifitas pekerjaan, meskipun dibayangin kekhawatiran akan anggapan tentang dampak buruk minum kopi yang dapat menyebabkan tekanan darah naik, kolesterol naik, tangan gemetar dan jatung berdebar kencang. Tetapi kopi tidak seburuk yang dikira (Budiman, 2015).

            Kafein 1,3,7-trimetilxantin banyak didalam tanaman kopi, teh, coklat dan juga banyak terdapat dalam minumam seperti coca-cola. Kafein termasuk dalam kelompok alkaloid golongan purin dimana strukturnya mengandung N yang terikat dalam struktur. Kafein memiliki efek fisiologis kalau terdapat dalam darah yaitu bersifat stimulant. Mengisolasi kafein dari bahan alam misalnya daun the termasuk mudah karena mudah larut dalam air panas dan lebih larut lagi dalam kloroform (Tim Kimia Organik, 2020).

            Kafein yang membuat sekitar 5% massa daun teh relative larut dalam air. Oleh karena itu, masih mudah diextrak dari struktur kompleks daun the dengan menggunakan air panas. Kafein ini mudah dipisahkan dari senyawa larut air lainnya yang ada dalam daun teh menggunakan metilen klorida (CH2Cl2) meninggalkan bahan tambahan yang lebih larut dalam teh daun. Penguapan metilen klorida menggunakan rotary evaporator memberikan kafein hamper murni (Gandjar, 2011).

            Senyawa alkaloid yang berkhasiat sebagai anti diare, anti diabetes, anti mikroba, dan anti malaria akan tetapi beberapa senyawa golongan alkaloid bersifat racun sehingga diperlukan adanya identifikasi senyawa golongan alkaloid yang dapat diketahui manfaatnya. Sebagian besar senyawa alkaloid bersumber dari tumbuh-tumbuhan terutama angiosperm (20%). Alkaloid dapat ditemukan dalam baguan tanaman, seperti bunga, biji, daun, ranting, akar dan kulit batang. Alkaloid bersifat basa, sehingga dapat mengganti basa mineral dalam mempertahankan kesetimbangan ion dalam tumbuhan (Ningrum, 2016).

V. Alat dan Bahan

5.1 Alat

Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini ialah:

1.      Corong gelas

2.      Gelas kimia 500 ml

3.      Pemanas manetel

4.      Corong pisah 500 ml

5.      Corong Buchner

6.      Cakum

7.      Erlenmeyer

5.2 Bahan

Adapun bahan yang digunakan adalah:

1.      Ca(OH)2

2.      Benzene

3.      Kalsium Karbonat serbuk

4.      Kloroform atau metilen klorida

5.      Plat TLC

6.      Larutan NaOH 5%

7.      R. Dragendrof

8.      Reagen Wagner

9.      Petroleum benzene

VI. Prosedur Kerja

1.      Dimasukkan 250 ml air dan 25 gr CaCO3, 25 gr teh kering ke dalam Erlenmeyer 500 ml.

2.      Kemudian di atas uap air selama 20 menit sambil diaduk.

3.      Selanjutnya lalu disaring.

4.      Berikutnya larutan air ke dalam corong pisah 500 ml.

5.      Didinginkan kemudian dilakukan ekstraksi 2x masing-masing dengan 25 ml kloroform atau metilen klorida. Dengan hati-hati selama 5 sampai 10 menit. Jika terdapat emulsi yang sukar dipisahkan, cobalah tambahkan sedikit pelarut lag.

6.      Dibiarkan beberapa saat hingga terpisahkan dua lapisan.

7.      Ditampung semua lartan kloroform ke dalam tabung destilasi di atas penangas air, sampai diperoleh larutan jenuhnya yang mungkin berwarna hijau.

8.      Didinginkan secara bertahap hingga terbentuk kristalnya sebanyak mungkin.

9.      Kemudian kristalisasi dengan melarutkannya dalam 5 ml benzene panas dan ditambahkan 10 ml petroleum benzene.

10.  Dipisahkan Kristal yang terbentuk dengan penyaringan vakum menggunakan corong Buchner.

11.  Dilakukan rekristalisasi tahap kedua dengan campuran pelarut yang  sama.

12.  Kemudian ditimbang dan tentukan titik lelehnya (sekitar 225-250C).

Berikut adalah link video yang berhubungan dengan Isolasi Senyawaa Bahan Alam (Alkaloid) : https://youtu.be/s0FdnCCQzvg

Permasalahan

1.      Bagaimana jika pemanasan dilakukan lebih atau kurang dari 20 menit? Apakah dapat mempengaruhi hasil yang di dapatkan?

2.      Apa factor penyebab utama untuk keberhasilan praktikum kali ini?

3.      Pada proses ini ada penambahan benzene panas, apakaha benzene panas ini dapat mempengaruhi hasil? Bagaimana jika yang digunakan benzene tidak panas?

Komentar

  1. Nadiya Qotrunnada Tohiri A1C118073

    Menjawab permasalahan pertama.
    jika pemanasan dilakukan lebih atau kurang dari 20 menit, maka akan mempengaruhi pada reaksi yang berlangsung.

    BalasHapus
  2. baiklah saya yupita sri rizki akan menjawab no 2faktor keberhasilan dari percobaan ini adalah sampel atau bahan yaang di gunakan sera pelkauan yang di lakukan saat pratikum

    BalasHapus
  3. Baiklah saya Mashita A1C118083 akan mencoba menjawab permasalahan no 3
    Bnezene disini harus panas karena agar jalan reaksinya lebih cepat dan didapatkan hasil yang lebih baik, jika tidak panas maka reaksinya akan berjalan lambat dan hasil yang didapat tidak begitu baik.
    Terimakasih.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer