Jurnal Praktikum Isolasi Senyawa Bahan Alam (Flavonoid)
Jurnal Praktikum Kimia Organik II Percobaan 9
“Isolasi Senyawa Bahan Alam
(Flavonoid)”
NAMA :
MUHAMMAD KHOIRUL ABDILLAH
NIM
: A1C118040
KELAS
: REGULER C 2018
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
Percobaan
9
I.
Judul : Isolasi
Senyawaa Bahan Alam (Flavonoid)
II.
Hari/Tanggal : Kamis/ 26 November
2020
III.
Tujuan : Dilakukan
percoaan ini bertujuan untuk :
1.
Dapat menguasai
tekni-teknik isolasi bahan alam khususnya flavonoid
2.
Dapat mengenal
sifat-sifat kimia flavonoid melalui reaksi-reaksi pengenalan yang spesifik
IV.
Landasan Teori
Flavonoid merupakan kandungan khas tumbuhan hijau
dan salah satu senyawa aktif yang menadi penelitian peneliti dalam
mengembangkan obat tradisional Indonesia. Hal penting dari penyebaran flavonoid
dalam tumbuhan adalah adanya kecenderungan kuat bahwa tumbuhan yang secara
taksonomi berkaitan akan menghasilkan flavonoid yang jenisnya serupa. Jadi
infirmasi tumbuhan yang diteliti sering kali di dapatkan dengan melihat pustaka
mengenai flavonoid terdahulu dalam tumbuhan yang berkaitan, misalnya dari marga
atau suku yang sama (Tim Kimia Organik, 2020).
Flavonoid adalah metabolit sekunder
dari polifenol, ditemukan secara luas pada tanaman serta makanan dan memiliki
berbagai efek bioaktif termasuk anti virus, anti inflansi, kardioprofetif, antidiabetes,
anti kanker, anti penuaan, antioksidan, dan lain-lain. Senyawa flavonoid adalah
senyawa folifenol yang mempunyai 15 atom karbon yang tersusun dalam konfigurasi
c6-c3-c6 artinya kerangka karbonnya terdiri atas dua gugus c6 ( cincin benzene
tersubsitusi ) disambung dengan rantai alifati 3 karbon. Flavonoid terdapat
pada semua tumbuhan hijau sehingga dapat ditemukan pada setiap ekstrak tumbuhan
(Arifin, 2018).
Flavonoid adalah suatu kelompok
suatu senyawa fenol terbesar yang ditemukan dialam. Senyawa-senyawa flavonoid
terdapat pada semua bagian tumbuhan tinggi seperti bunga, daub, buah, kayu,
akar, biji, dan kulit kayu. Flavonoid termasuk senyawa fenolik alam yang
potensial sebagai antioksidan dan mempunyai bioaktifitas sebagai obat. Manfaat
flavonoid antara lain melindungi struktur sel, meningkatkan efektivitas vitamin
C, anti inflasi, mencegah keropos tulang dan sebagai antibiotic (Feliana,
2018).
Senyawa fenol adalah senyawa yang
menggandung C15 terdiri atas dua inti fenolat yang dihubungkan dengan tiga
satuan karbon. Flavonoid dapat
diklasifikasi menjadi flavor, flavonol, flavanon, flavononon, isoflavon,
calkon, dihidrokalkon, auron, autosiamidin, katekin, flavan 3-4 diol. Flavonoid
dalam tumbuhan berfungsi dalam pengaturan tumbuhan, ppengaturan fotosintesis,
kerja antimikroba dan antivirus, dan bekerja terhadap serangga (Sitrait, 2009).
Berdasarkan strukturnya,
menggolongkan flavonoid dalam enam kelompok antara lain aglikon (flavonoid
tanpa gula terikat) flavonoid-C-glikosida (flavonoid yang terikat pada inti
benzene) Flavonoid-O-glikosida (flavonoid yang terikat gula pada inti pada
gugus hidroksilnya), inflavonoid (flavonoid bner), flavonoid sulfat (flavonoid
yang berikat dengan suatu gugus atau lebih dari gugus sulfat), dan glikon yang
bersifat optis aktif (Sastrohamidjojo, 2009).
V. Alat dan Bahan
5.1 Alat
Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini
ialah:
1. Gelas ukur
2. Corong gelas
3. Gelas kimia 200 ml
4. Lumpang
5. Pipet tetes
6. Erlenmeyer 250 ml
7. Tabung reaksi 20 buah
5.2 Bahan
Adapun bahan yang digunakan adalah:
1. Pereaksi dragendor
2. Pereaksi mayer
3. Pereaksi wagner
4. Kloroform
5. Methanol
6. Etanol
7. Heksana
8. Shinoda
9. NaOH padat
10. Iodine
11. KI
12. Brusin
VI. Prosedur Kerja
1. Dihaluskan simplisa tumbuhan 0,5 gr pala lumping
2. Di ekstrak dengan 10 ml etanol selama 5 menit
3. Di masukkan ekstrak kedalam tabung reaksi kemudian
di saring
4. Ditambahkan tetes HCL pekat di filtratnya
5. Ditambahkan kurang lebih 0,2 gram bubuk magnesium
dan diamati perubahan warna
Berikut
adalah link video yang berhubungan dengan Isolasi Senyawaa Bahan
Alam (Flavonoid) :
Permasalahan
1. Apa yang jadi penentu keberhasilan pada percobaan
ini?
2. Bagaimana jika HCL digantikan dengan asam yang
lainnya?
3. Apa pengaruh penambahan bubuk magnesium dengan hasil
yang didapatkan?


Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusBaiklah saya Mashita (083) akan mencoba menjawab permasalahan no 2
BalasHapusMaka hasil yang didapatkan akan berbeda
Terimakasih.
Saya Lutfi Praidha dengan NIM 015 akan menjawab pertanyaan nomor 3. Jadi bubuk magnesium disini termasuk ke dalam bahan untuk uji shinoda. Sehingga berfungsi untuk mendeteksi senyawa flavonoid dalam sampel.
BalasHapusTerimakasih
Saya Lutfi Praidha dengan NIM 015 akan menjawab pertanyaan nomor 3. Jadi bubuk magnesium disini termasuk ke dalam bahan untuk uji shinoda. Sehingga berfungsi untuk mendeteksi senyawa flavonoid dalam sampel.
BalasHapusTerimakasih
Baiklah saya Rizki Fitra Pratama (A1C118012) mencoba menjawab pernasalahan no 1 dari dari saudara.
BalasHapusPenentu keberhasilan dari percovaan ini yaitu : bahan yang baik, prosedur diikuti dengan benar.
Terimakasih.