Jurnal Praktikum Pembuatan Senyawa Organik Asam Asetil Salisilat
Jurnal Praktikum Kimia Organik II
Percobaan 3
“Pembuatan Senyawa Organik Asam Asetil Salisilat”
NAMA :
MUHAMAD KHOIRUL ABDILLAH
NIM
: A1C118040
KELAS
: REGULER C 2018
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
Percobaan
3
I.
Judul : Pembuatan
Senyawa Organik Asam Asetil Salisilat
II.
Hari/Tanggal : Kamis/ 22 Oktober
2020
III.
Tujuan : Dilakukan
percoaan ini bertujuan untuk :
1.
Dapat memahami cara pembuatan asam
asetil salsilat dari bahan baku asam salsilat dan asam asetil anhidrat.
2.
Dapat mengetahui dan memahami jenis
reaksi pembuatan asam asetil salsilat.
IV.
Landasan Teori
Asam Salisilat memiliki
rumus molekul C6H4COOHOH berbentuk Kristal kecil yang
memiliki berat molekul sebesar 138,123 gram/mol dengan titik leleh sebesar 156◦C.
mudah melarut dalam keadaan dingin tetapi dapat melarutkan dalam keadaan panas.
Asam salisilat dapat menyumbling tetapi dapat terdekomposisi dengan mudah
menjadi karbondioksida dan fenol bila dipanaskan pada suhu 200◦C.
Asam salisilat (C-hidroksi asam benzoate) merupakan senyawa bi-fungsional,
yaitu gugus fungsi hidroksil dan gugus fungsi hidroksil. Bila direaksikan
dengan anhidrat asam akan mengalami reaksi esterifikasi menghasilkan asam
asetil salisilat (Aspirin) (Ganiswarna, 2015).
Aspirin juga berguna dalam mengobati
penyakit rematik dan sebagai anti-piatelet (untuk mengencerkan darah dan
mencegah pembekuan darah) dalam arteri coroner (jantung) dan didalam vena pada
kaki dan panggul. Aspirin juga telah digunakan untuk mengatsi anak-anak yang
mengalami sindrom barter, dan juga dalam meningkatkan penutup patent diictus
arteriosus (PDA) hubungan abnormal antara arteri utama yang terhubung ke
jantung dan srteri pulmonalis (untuk paru-paru) pada bayi baru lahir
(Damanhuri, 2010).
Asetilisasi adalah terjadinya
penggantian atom H pada gugus OH dari asam salsilat dengan gugus asetil dan
asam asetil anhidrat. Aspirin adalah zat sintetik partama didunia. Obat ini
sering digunakan sebagai analgesic untuk menghilangkan atau meringankan rasa
nyeri, sebagai anti piretik untuk mengurangi damam serta sebagai
anti-inflamatasi untuk mengurangi peradangan. Aspirin merupakan obat analgesic,
antiflamasi dan antipresik yang sangat luas penggunaannya. (Siswanto, 2016).
Asam asetil salisilat atau banyak
dikenal sebagai aspirin adalah turunan salisilat yang merupakan protipe obat
antiinflanasi non steroid. Aspirin dan
NSAIDs lainnya bekerja dengan car bekerja menghambat siklooksigenase (COX ½)
yang mengakibatkan penurunan produksi prostaglandin. Berbeda dengan analgesic
opioid dan parasetamol, hal ini tidak hanya mengurangi sakit/nyeri, tetapi juga
inflasi sehingga digunakan pada pengobatan berbagai kondisi akut dan kronik
yang menimbulkan nyeri dan inflasi (Diyah, 2014).
V.
Alat dan Bahan
5.1 Alat:
1. Gelas
kimia 500
ml
2. Erlenmeyer
100
ml
3. Pipet
tetes
4. Batang
pengaduk
5. Corong
Buchner
6. Plat
TLC
5.2
Bahan:
1. Anhidrida
asetat 4 ml
2. Asam
salisilat kering 2,5 gr
3. Alkohol
95%
4. FeCl3
5. Etanol
– air 50%
6. Asam
sulfat pekat
VI.
Prosedur Kerja
1) Kedalam
Erlenmeyer 100 ml di masukkan 2,5 gram asam salisilat kering dan ditambahakan
anhidrat asam asetat 4 ml dan H2SO4 pekat sebanyak 2
tetes.
2) Setelah
bercampur kemudian di kocok sambil di panaskan pada suhu 50-60⁰C selama 15
menit di atas penangas air.
3) Kemudian
dimasukkan 50 ml air kedalam larutan secara hati-hati dan didinginkan dalam ice
bath. Setelah Kristal terbentuk kemudian saring
menggunakan corong Buchner kemudian cuci dengan air dingin/air es.
4) Kemudian
masukkan produk kedalam Erlenmeyer, ditambahkan 50% etanol-air lebih kurang 5
ml kemudian di panaskan diatas hot plate hingga semua Kristal melarut.
5) Dalam
keadaan panas saring Kristal yang terbentuk menggunakan kertas saring lipat
jika masih ada residu.
6) Didinginkan
filtrate dan masukkan kedalam Erlenmeyer selama 15 menit bila terbentuk
Kristal.
7) Disaring
Kristal menggunakan corong Buchner, cuci dengan air dingin dan biarkan mengering.
8) Dihitung
% hasil yang terbentuk dengan cara di timbang dahulu.
Menentukan
kemurnian dengan cara TLC
1. Pada
langkah 7 di larutkan sedikit aspirin dengan menggunakan etanol-air 50%.
2. Totolkan
produk aspirin yang telah dilarutkan tersebut pada garis batas (sebelah kanan)
dengan menggunkan plat TLC dan totolkan standar asam salisilat yang telah
disediakan (sebelah kiri) dengan plat TLC
3. Kedalam
beker glass 100 ml tuangkan 5ml eluen (alcohol 95%), dengan keadaan berdiri
letakkan plat TLC tersebut kedalamnya dan tutup dengan alumunium foil.
4. Bila
jarak eluen mancapai batas garis atas ujung plat TLC maka berhentikan proses
elusi.
5. keringkan
plat TLC tersebut dan diidentifikasi dengan menggunakan larutan FeCl3.
6. Gambar
spot/noda yang didapat dengan menggunakan pensil dan tentukan harga Rf-nya.
Berikut
ini link video yang berhubungan dengan pembuatan asam asetil salisilat (aspirin):
Permasalah
:
1. Apa
fungsi dari proses rekristalisai?
2. Mengapa
harus dilakukan kristalisasi kembali Kristal yang di dapat?
3. Apa
fungsi plat TLC dalam pembentukan asam salisilat?


Saya Nely Frisca (A1C118036) akan menjawab pertanyaan nomor 1. Fungsi dari proses rekristalisasi yaitu untuk memurnikan kristal asam asetil salisilat yang terbentuk dari zat pengotor.
BalasHapusSaya Bella Veronica (A1C118095) mencoba menjawab permasalahan no.2 kristalisasi kembali dilakukan untuk memperoleh hasil asam asetil salisilat (aspirin) yang lebih murni lagi. Terimakasih
BalasHapusSaya Jony Erwin (098) akan menjawab permasalahan no 3
BalasHapusDigunakannya plat TLC adalah untuk dapa menentukan kemurnian asam asetil salisilat yang didapatkan