Jurnal Praktikum Pembentukan Senyawa Organik Asam Oksalat

                                  Jurnal Praktikum Kimia Organik II Percobaan 2

“Pembuatan Senyawa Organik Asam Oksalat”

 


                                    NAMA             : MUHAMMAD KHOIRUL ABDILLAH 

NIM                 A1C118040

KELAS            : REGULER C 2018


DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020 


 

Percobaan 2

I. Judul                        : Pembuatan senyawa Organik Asam Oksalat

II. Hari/Tanggal          : Kamis/15 Oktober 2020

III. Tujuan                   : Dilakukan percoaan ini bertujuan untuk :

1. Dapat memahami cara pembuatan asma oksalat dengan zat organic yang memiliki berat molekul besar sebagai bahan dasarnya

2.    Dapat memahami reaksi oksidasi dengan menggunkan suatu oksidator kuat

3.    Dapat mengetahu sifat-sifat asam oksalat dan kegunaannya

IV. Landasan Teori

                 Asam oksalat adalah senyawa kimia yang memiliki rumus kimia H2C2O4 dengan nama sistematis asam etanadiot. Asam karboksilat paling sederhana ini biasanya digambarkan dengan rumus HOOC-COOH. Merupakan asam organic yang relative kuat 10.000 kali lebih kuat dari pada asam asetat. Dinnionnya dikenal sebegai oksalat juga sebagai agen pereduktor. Asam oksalat terdisitribusi secara luas dalam bentuk garam potassium dan kalium yang terdapat pada daun akar dan rhizome dari berbagai macam tanaman (lehninger, 2010).

                 Asam oksalat merupakan senyawa dikarboksilat yang dapat digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis berbagai produk kimia pada industry hilir. Asam oksalat merupakn senyawa dikarboksilat yang atom Cnya masing-masing mengikat satu gugus hidroksil. Asam ini mempunyai bentuk Kristal rombis pyramid, tidak berwarna dan transparan tidak berbau dan higroskopis. Asam oksalat mudah teroksidasi total oleh oengaruh panas yang tinggi sehingga terurai menjadi CO2 dan asam formiat (febrianty, 2016).

                 Asam oksalat disintesis untuk pertama kali pada tahun 1776 oleh Scheele melalui oksidasi gula dengan asam nitrat. Metode oksidasi dengan asam nitrat juga telah dilakukan oleh beberapa peneliti dengan berbagai bahan baku antara lain, sintesis asam oksalat dari batang rami dengan perolehan sebesar 25,4% [7], dari biomassa tebu diperoleh massa asam oksalat sebesar 4,606 gram [4], dari limbah sabut kelapa diperoleh massa asam oksalat sebesar 13,826 gram [11]. Dari skam padi diperoleh yield sebesar 81% dan dari bahan baku padi diperoleh yield sebesar79,9% [10]. Penelitian-penelitian dahulu tersebut menggunakan limbah yang mengandung selulosa sebagai bahan baku pembuatan asam oksalat. Limbah yang mengandung selulosa di Indonesia saat ini sangat melimpah, antara lain pelepah kelapa sawit (Ambarita, 2015).

                 Kandungan asam oksalat mempunyai fungsi sebagai asam pencuci untuk menghilangkan kotoran, kemudian untuk melapisi logam stainless stell, nicely alloy, kromiun dan titanium industri tekstil, dan industry kimia lainnya digunakan untuk membuat seluloid, krayon, bahan warna, tinta, bahan kimia dalam fotografi, pemurnian giserol, dibidang obat-obatan dapat dipakai sebagai hemotastik dan anti septik luar. Asam oksalat dapat diekstraksi dengan cara mekanik (proses kering) atau cara basah proses kimia (Martha, 2018).

V.  Alat dan Bahan

5.1. Alat

Alat yang gunakan dalam praktikum ini adalah:

1.      Corong Buchner

2.      Labu dasar datar 750ml

3.      Penangas

4.      Kasa, kaki tiga Bunsen

5.      Gelas piala 500ml

6.      Gelas ukur

7.      Pengaduk

8.      Thermometer

5.2. Bahan

Bahan yang gunakan adalah:

1.      Etanol

2.      Asam nitrar pekat

3.      Gula pasir

VI. Prosedur Kerja

1.      Siapkan labu dasar datar berukuran 750ml

2.      Dimasukkan 5gr gula pasir.

3.      Kemudian ditambahkan 25ml asam nitrat pekat.

4.      Letakan diatas penangas air kemudian dipanaskan perlahan-lahan

5.      Biarkan sampai mendidih hingga keluar asap NO2

6.      Pindahkan ke atas balok kayu selama 15 menit,  biarkan reaksi berlanjut tanpa pemanasan.

7.      Siapkan gelas piala 50 ml

8.      Masukkan hasil reaksi kedalam gelas piala

9.      Labu dibersihkan dengan air dingin, kemudian air pembersih itu dimasukkan ke dalam gelas piala yang lain

10  Tambahkan 5 ml asam nitrat pekat

11  Dipanaskan diatas penangas air hingga muncul uap, kemudian disisakan cairan sebanyak 5 ml.

12  Tambahkan 10 ml air kedalam cairan 5 ml tersebut

13  Kemudian di panaskan di atas penangas, dan kembali lagi disisakan volume air sebanyak 5 ml.

14  Dinginkan larutan pada air es agar kristal asam oksalat segera terbentuk.

15  Dengan menggunakan corong Buchner saring Kristal yang terbentuk.

16  Selanjutnya di lanjutkan proses rekristalisasi.

17  Saring, dan keringkan keringkan kemudian periksa titik lelehnya.

18  Bila belum murni, maka murnikan lagi Kristal asam okslat ini dengan rekristalisasi kembali dengan air panas.

Link video :

https://youtu.be/XDq0BqPSw04

Permasalahan :

1.      Mengapa bisa keluar asap coklat pada pemanasan gula yang dicampurkan asam nitrat?

2.      Kenapa harus di letakkan di atas balok kayu saat proses pendinginan?

3.      Mengapa harus di lakukan rekristalisasi pada pembentukan asam oksalat?

Komentar

  1. baiklah saya Palma L Lubis dengan nim (014)akan mencoba menjawab permasalahan no 1 dimana keluar asap coklat pada pemanasan gula yang dicampurkan asam nitrat itu karena HNO3 atau asamnitrat tersebut sudah mengoksidasi gula atau gula dan asam nitrat sudah bereaksi sehingga bisa mengeluarkan asap tersebut

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum wr wb. Baiklah, saya Wiwit Rama Riska NIM A1C118022 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 3. Dilakukannya rekristalisasi pada pembuatan asam oksalat supaya diperoleh asam oksalat yang murni bersih dari zat pengotornya. Terima kasih

    BalasHapus
  3. Saya Vika Seputri (086) akan mencoba menjawab permasalahan no. 2 menurut saya perlakuan yang diberikan berupa pendinginan tersebut bertujuan agar kristal asam oksalat segera terbentuk. Kristal asam oksalat yang terbentuk terlihat ketika cairan larutan tersebut telah membeku dan berubah menjadi es seperti jelly. Terimakasih

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer